Larik Singkat : Gerimis
Terasa begitu lama.
Bergerak bebas menuju cakrawala. Begitu tenang tidak seperti biasanya. Detik bergerak sesuai arahnya, 60 detik jarum hitam panjang melangkah maju.Aku yang menyibukkan diri dengan setumpuk tiang-tiang, rekanku. Dan berharap waktu berjalan begitu cepat, agar bertemu luang.
Waktu masih menunjukkan pukul 13.30. Gumamku dalam hati, mengapa lama sekali, ataukah aku begitu cepat mengerjakan tugasku? Aku kembali menyibukkan diri dengan rekanku yang satunya lagi, tiang 65 cm.
Dan kejadian ini kembali terulang kepada Lelaki tua yang berjiwa muda, sedarah.
"Lo, anak wedokku wes muleh", katanya.
Lelaki itu merasa tidak seperti biasanya. Lalu bola matanya melihat jam yang tertempel di dinding. "Tak kiro jam setengah enem" padahal waktu menunjukkan pukul 16.30
Sama halnya aku menunggu kamu datang, meski setangkai bunga tak digengaman namun genggamlah sepucuk kepastian. (numpang lewat wkwkwk)
Terima kasih Tuhan, saya masih merasakan moment ini di bumi.
Komentar
Posting Komentar