Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Puisi : Berproses

  Berproses🌻 Tuhan, terima kasih. Proses demi proses telah aku lalui. Dengan segala rasa yang berkecambuk. Menyerah, putus asa. Yang ku kira, Tuhan itu tidak adil. Bukan tidak adil, hanya saja belum terbiasa. Terbiasa dengan keadaan seperti ini, sampai engkau mulai terbiasa. Lalu, Tuhan hadirkan sesuatu yang tidak biasa. Dan kembali lagi membiasakan diri. Lagi-lagi berproses. Berproses lagi :) Ketika hati mau menerima apapun Tuhan berikan, Dan menjalankan sepenuh hati, tanpa angkara. Berproses akan menjadi indah, Dan akan banyak pembelajaran yang di dapat. Mengasah pikiran, menjernihkan hati. Mengenal diri sendiri, memahami diri sendiri.

Untuk Kamu yang Pernah Menjadi Bagian dari Kisahku

Perjalanan yang telah kita lalui bersama kini usai sejenak. Apakah akan ada pertemuan lagi atau saat itu adalah yang terakhir? Aku tidak tahu.  Ingatkah kamu ketika kita awal bertemu? Yang masih malu-malu dan berusaha untuk memperkenal diri satu sama lain. Dan ingatkah terakhir kita bersama? Kita masih bercanda tawa bahkan ada tangis setelah itu. Maaf ya, jika tangismu adalah sebuah kesedihan.  Untukmu yang telah tergores oleh ucapan dan tingkah lakuku. Maafkan aku yang luput dari kesalahan. Yang masih belum memahamimu. Dan masih mementingkan egoku. Aku harap kamu memaafkanku. Harapanku hanya yang terbaik untuk kita.  Jikalau memang akan ada pertemuan lagi maka akan ada hikmah/pembelajaran atau ilmu yang bisa kita petik, aku menantinya. Jikalau memang tamat, aku harap aku tidak akan melupakan kenangan kita. Karena di situlah aku bisa di titik ini. Dan Terima kasih Tuhan telah mempertemukan dengan orang baik seperti kalian.  Karena ...  Bersama kalian aku tumbuh ...

Larik Singkat : Harapan

Perasaan ini membuatku takut untuk melangkah ke depan. Berangan-angan tanpa suara, ku pejamkan mata berharap secercah harapan. Ku terbangkan resah, ku bangkitkan asa. Aku hanya bisa berusaha lalu berharap. Aku tidak tahu pastinya, tetapi aku yakin akan kepastian-Nya.

Larik Singkat : Berdamai dengan Masa Lalu

Berdamai dengan masa lalu. Aku tersadarkan oleh relung hati, bahwa semua itu hanya percobaan. Untuk menjadi pribadi yang dewasa setelah remaja. Diiringi oleh massa yang bertabur masalah-masalah meresap sampai ke jiwa dengan rasa-rasa yang berbeda. Mengapa aku bertemu mereka yang turut dalam skenario-Nya. Ternyata, disitulah pelajaran untuk menjadi dewasa. Rasa-rasa yang sulit dimengerti oleh diri sendiri. Dan jawabannya akan ada nanti. Kisah-kasih yang penuh cemistri. Menjadikan pribadi terlatih untuk tertatih. Kisah setiap orang yang berbeda-beda. Mereka pernah merasakan sedangkan aku belum merasakan, mereka pernah melakukan hal-hal itu sedangkan aku belum melakukan. Mereka mengerti hal ini sedangkan aku masih belum mengerti. Dari sini, kita bisa berbagi cerita rasa yang telah kita rasakan di masa lalu. Rasa-rasa yang belum aku tahu, tetapi kamu tahu. Dan jangan paksakan untuk tahu perasaan itu. Biarlah waktu yang akan memberitahu. Senangnya, sedihnya, sakitnya, caciannya, merintih, p...