Bunga Matahari🌻


Malam silih berganti, menanti yang tidak abadi

Yang abadi selalu dekat urat nadi

Renungan begitu syahdu bersama suara jangkrik, 

aku melihatmu di dalam diriku

Jejak-jejak bertaburan di mana-mana, hatiku masih saja meragu untuk bersama

Bukan karena melihat yang lebih indah, atau perkelanaan yang membuatku terlena

Melainkan sang harimau tua mencekam ketika kita hendak bersama

Bagaimana harimau ini luluh? Oh iya daging kau berikan

Jika ia masih mencekamku, apakah kau mau mengikhlaskan bunga matahari kecil ini tumbuh bersama merekamereka yang selalu menjagaku? 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kita Telah Melewati Batas

Tercapainya Cita-Cita

Keruwetan Manusia