Memahaminya Memang Tidak Semudah itu
Mungkin banyak dari kita salah memahami maksud/perasaan orang lain. Bahkan memahami diri sendiri pun masih bingung bahkan tidak paham akan perasaan kita sendiri. Apalagi memahami Tuhan yang Maha membolak-balikkan hati makhluknya.
Di sini saya ingin membagikan sebuah kisah yang bisa kalian serap isinya dan diolah dengan baik tetapi versi kalian masing-masing.
-------------selamat membaca--------------
Di tahun 2018, Kinan perempuan manis dengan gigi gingsul yang ciri khas sedang tersenyum memandang langit yang biru. Awan bebas memilih tempat di mana ia singgah. Tak lupa Kinan mengabadikan momen indah itu di gawainya. Sungguh nikmat, sambil meminum es jeruk yang tepat berada di sebelahnya. Alarm berbunyi. Menunjukkan waktu istirahat selesai. Kinan kembali bekerja dan fokus.
Langit jingga bersama bulan menandakan waktu kerja telah usai. Namun Kinan masih melanjutkan pekerjaannya sampai bintang-bintang di langit bermunculan. Kinan masih fokus dengan layar komputernya segera merampungkan semuanya karena deadlinenya besok pagi. Tepat pukul 21.00 WIB, Kinan pulang dengan muka lusuhnya.
Ucap salam hendak masuk rumah. Ibu menyambutnya dengan senyum, duduk santai sambil melihat televisi. Kinan yang lagi capek dan hendak menuju ke dapur untuk makan. Bapak Kinan datang dengan wajah sumringah. "Lihat-lihat bapak udah normal", melihatkan hasil cek gula darah dari apotek dekat rumah. Kinan menyautinya dengan semangat dan senang. Kemudian bapaknya nyeletuk kata-kata yang membuat Kinan sedih dan rasanya ingin menangis saat itu juga.
Kata bapak, "Ndak usah kuliah dulu ya nak. Uangnya di tabung buat beli motor, hapemu juga waktunya ganti itu. Bapak juga keberatan kalau kamu kuliah tahun ini. Beli motor dulu ya biar enak kalau kamu mau ke mana-mana, gak jalan kaki terus."
Ingin rasanya menangis saat itu, batin Kinan. Selesai makan, Kinan segera ambil wudhu dan segera sholat. Kinan berusaha menenangkan pikiran dan hatinya. Air matanya terus menerus menetes selama dia sholat dan berdoa.
Tiba-tiba ada bisikan, "istighfar ya, istighfar terus."
"Untuk tetap berada di jalan-Nya memang tidaklah mudah. Akan banyak sekali cobaan yang harus dilalui."
"Tetapi inilah yang terbaik untukmu, merasakan hal-hal yang saat ini kamu rasakan."
"Ingatkah kejadian setahun yang lalu?"
"Belajarlah dari masa lalumu dan gunakan hasil belajarmu untuk keadaan yang sama seperti setahun yang lalu."
"Memahami Allah memang tidak semudah itu. Bahkan bisa-bisa kamu suudzon kepada Allah, tetapi sebenarnya itu yang baik untukmu."
Entah bisikan dari mana itu. Namun cukup menenangkan hati dan pikiran Kinan saat itu. Mungkin akan ada cara lain untuk mengatasi masalah itu. Mungkin bisa Kinan pending dulu kuliahnya, mungkin tahun depan atau 2-3 tahun baru bisa kuliah meskipun kuliah di swasta.
Di sisi lain, bapaknya Kinan ingin yang terbaik untuk Kinan. Tidak tega melihat anak semata wayangnya kecapekan karena harus kerja dan mengurusi keperluan rumah. Ingin sekali melihat anaknya menjadi sarjana namun ekonomi keluarga Kinan saat itu lagi tidak baik-baik saja.
Kini Kinan berusaha menerima semua yang menimpanya saat itu. Dan membuat racikan obat untuk masa yang masih buram untuk dilihat. Harapannya racikan itu bisa menjadi obat untuk kedepannya. Terus bergerak, terus berusaha, dan terus mengingat Tuhan dan berprasangka baik kepada-Nya.
--------- Terima kasih sudah membaca -----------
Komentar
Posting Komentar