Perjalanan Singkat Menembus Pikiran yang Terbatas
Apa sih maksud dari judulnya? Hehehe. Kami kasih sedikit bumbu penyedap agar terasa sedap. Perjalanan singkat ini kami ambil ketika kami sedang membuat sebuah konten untuk branding tempat kerja kami. Kami menemukan keindahan kecil diantara gedung-gedung yang menjulang tinggi.
------------------------- awal cerita --------------------------
Pagi yang seperti siang, matahari sudah meninggi dan bayangan yang terus membuntutiku. Kecepatan sepeda bergantung pada jalanan dan para pengguna jalan. Sampailah di tempat ku mempersibukkan diri yang menghasilkan. Berlari hanya demi checklock dan kalimat "Terima kasih" bukan "Anda telat".
Disambut oleh gulungan-gulungan kain yang hampir sama tingginya denganku. Pemanasan-pemanasan kecil yaitu memindahkan barang-barang yang beratnya melebihi berat badanku. Kisahku masih berjalan mulus. Hingga suatu ketika, teringat oh teringat pada deadline content.
Berlari ke sana kemari, demi menyelesaikan tugas yang telah dimandatkan. Perbincangan begitu menguras waktu, menyambilah dengan pekerjaan utamamu bersama kain-kain dan data-data. Pikiran yang tidak hanya fokus pada satu, namun pada akhirnya akan kami lewati begitu saja.
Tangan mengetik angka-angka bersama kawanku yang memencet layar hapenya. Kami sibuk sekali saat itu. Belum lagi notifikasi pesanan baru yang terus bermunculan. Syukurlah, orderan saat itu lumayan juga. Tetapi fokusku tidak hanya satu. Kerjaan dari divisi lain juga menanti.
Rencana yang kami susun rapi, tidak berjalan mulus. Namun, tidak menghambat untuk tetap menjalankan pekerjaan yang kini menjadi tanggung jawabku. Waktunya mengerjakan content. Ini adalah pekerjaan baruku. Memotret, merekam, menata, mempercantik, mengedit. Muter-muter aja di situ. Tetapi yang paling menguras tenagatenaga adalah mencari ide styling product.
Mengistirahatkan badan hanya sebentar. Duduk sebentar sungguh nikmat yang luar biasa.
Panas yang menyengat, matahari bergeser ke barat dengan sinarnya yang tajam. Aku dan temanku membuat konten di jalan raya. Menyenangkan namun ini bukan permainan. Melihat gedung-gedung sungguh mengasikan. Panas matahari tak mampu menembus kami yang ada di bawah gedung. Sampai di tempat akhir konten. Kami bersenang-senang sejenak. Bermain gawai yang ada digenggaman, memotret pemandangan yang saat itu kami pandang. Cukup lama kami bersenang-senang. Pada akhirnya kami memutuskan segera balik ke tempat kerja karena tugasku masih menanti di sana.
Malam oh malam, badan mulai mengeluarkan reaksinya. Panas, pegal, cekot-cekot. Hahaha masih muda sudah jompo. Tetapi hari itu aku melalui banyak hal meskipun tidak sesuai angan dan harapan. Aku melaluinya dengan baik. Menyelesaikannya tepat pada waktunya. Meski aku harus menerima reaksi setelah melewati semuanya yaitu meriang wkwkwkwk.
Komentar
Posting Komentar