Bucket Cantik

Pasti tidak asing lagi bagi kalian mengenai bucket. Bucket yang terdiri berbagai macam isian. Ada yang berisikan bunga, jajanan ringan, boneka, balon, uang, sesuai request customer. Namun, hal penting yang harus aku ajukan pertanyaan kepada kalian. Untuk apa beli bucket? Untuk siapa? Ketika kalian sudah mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut berarti kalian mengerti untuk apa bucket itu. 

5 Oktober 2022
Hari dimana aku meliburkan diri dari pekerjaanku yang monoton itu. Aku libur karena ada sebab. Aku ingin menikmati waktu liburku bersama partnerku yang tidak jauh beda seperti Diego Go di film kartun. Aku adalah seseorang yang tidak banyak mengetahui tempat-tempat unik tetapi selalu penasaran akannya. Perjalananku dipandu oleh dia. Kami berjalan tanpa arah tujuan. Namun kami memiliki tujuan yang sama yaitu mencari tempat nyaman yang tidak terlalu bising dan bisa menjadi tempat kita mengobrol asik. Ya perjalanan dari Surabaya ke Mojokerto (Pacet). Perjalanan yang tidak sampai 2 jam itu memberikan arti tentang kebersamaan, memahami keadaan sekitar, dan diri sendiri. 

Kami adalah dua pemuda yang takjub akan keindahan alam semesta. Yang begitu bergairah ketika melihat keindahan semesta. Jalanan yang tidak banyak orang tahu. Kami berjalan tanpa arah, sesuai jalanan yang kami tapaki. Perjalanan terhenti, ketika kami melihat alam yang cantik disebelah kiri kami. Laju motor mengikuti keindahan alam. Kami berhenti dan disitulah titik dimana kami menikmati keindahan alam semesta. 

Aku berjalan duluan, lalu disusul oleh partnerku. Jalanan tak semulus jalan aspal. Perjalanan tidak jauh dititik kami memarkirkan kendaraan. Tiba-tiba apa yang aku lihat menjadi gelap. Tangan pria tinggi itu menutupi mataku. Dan ketika dibuka, ada seikat bunga cantik yaitu bucket berada didepan mataku. Ia tersenyum kepadaku. Dan ku begitu bahagia ketika mendapatkan hadiah tak terduga dari partnerku. Kejadian yang membuatku senyum-senyum sendiri. Yang mungkin susah untuk aku lupakan, karena itu pertama kalinya. 

Kami tidak mempersiapkan apapun untuk mengobrol asik, tapi kami gunakan barang seadanya untuk kami manfaatkan. Mengobrol asik mode on. Aku dan pria tinggi itu menceritakan cerita kita, ceritanya, dan ceritaku. Kami menjadi lebih dekat dengan bercerita. Sambil melihat indahnya alam yang ada didepan kami. Waktu menunjukkan akan adzan magrib, kami mempersiapkan diri dan berberes-beres untuk pulang. Kami pulang, kami kenyang, kami senang, kembali memupuk kerinduan. 

Terima kasih bucket cantiknya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kita Telah Melewati Batas

Tercapainya Cita-Cita

Keruwetan Manusia