Bertahan untuk Cita-Cita

Namaku adalah Siska. Aku gemar sekali berjualan. Cita-citaku adalah ingin berjualan dan membuka lapangan pekerjaan. Mungkin sedikit terdengar gila karena saat ini aku hanyalah seorang pekerja yang selalu berpindah-pindah tempat karena belum ada yang cocok dan pas untukku. Ada saja masalahnya. Tidak nyaman karena orang-orang di tempat kerja banyak yang tidak welcome, perkara gaji yang menurutku tidak sepadan denganku, bos yang tidak memanusiakan manusia. Atau karena diriku saja yang pemilih? 

Aku bekerja untuk modal usaha dan mencukup kebutuhan sehari-hari. Aku jualan secara online di media sosial. Meskipun orderan hanya 1, aku selalu berusaha profesional melayaninya. Aku sangat senang jika ada yang beli daganganku. 

Tetapi ada saja yang mematahkan semangat dan hatiku. Datang dari keluargaku, kadang teman-temanku, kadang juga dari customer. 

Dari keluargaku, mereka berasumsi bahwa laba yang aku dapatkan tidak seberapa atau tidak sebanding dengan apa yang aku kerjakan, mereka menyuruhku untuk berhenti jualan, seolah tidak peduli meskipun aku jualan atau tidak jualan. 

Dari temanku, yang paling menggena di hati adalah ketika pemikiran kita tidak sejalan. Kita berbeda pendapat yang menyebabkan aku enggan ngobrol masalah jualanku ke mereka.

Dari customerku, review barang yang diberikan kepadaku terkadang negatif dan kasih rating yang tidak memuaskan untukku. 

Hal-hal seperti itu menjadi kewajaran di dunia jual-beli. Karena hikmah yang bisa aku ambil, aku menjadi belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah aku perbuat dan membuatku lebih baik lagi dari sebelumnya. Meningkatkan diri bisa kita dapatkan ketika kita melakukan sesuatu dan ternyata itu salah, kita akui kesalahan dan belajar dari kesalahan itu. 

Hal-hal seperti itu akan menjadi penguji setiap mereka yang sedang berusaha untuk bertahan. Jadi aku berusaha mempertahankan jualanku untuk ke tahap lebih besar lagi dan lebih luas lagi. 

Aku menemukan kata-kata itu ketika aku menerima apa yang telah terjadi kepadaku, mengambil pelajaran / hikmah, dan menulisnya. 

Siska akan terus berusaha meskipun harus berhenti sebentar untuk perjalanan yang lebih jauh lagi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kita Telah Melewati Batas

Tercapainya Cita-Cita

Keruwetan Manusia