Kisah pertama Rahma bersama seorang lelaki #Part1
Halo! Kisah yang kubagikan kali ini adalah deretan kenangan yang begitu menyentuh dan akan tetap menjadi kenangan yang sulit untuk dilupakan. Dan setelah kejadian itu, aku belajar dan belajar. Belajar memahami sebuah rasa dan mengatasi masalah yang sama.
--------------selamat membaca---------------
Panggil saja Rahma, perempuan biasa dari keluarga sederhana. Di lahirkan di Jawa, Desa Keputih. Kedua orang tuanya kental akan budaya jawanya. Namun Rahma dan kakak-kakaknya menghargai dan patuh kepada orang tuanya.
Rahma adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Anak yang nampak polos dan cantik, tak sedikit kaum adam melirik bahkan jatuh hati padanya. Apalagi dengan sikapnya yang supel, ramah, dan murah senyum, malah membuat mereka menjadi suka kepadanya. Namun dari sikapnya yang begitu, dia memiliki trauma akan penolakan-penolakan dari laki-laki yang pernah dia sukai. Rahma pun sukar untuk membuka hati kepada siapapun yang mengetuk hatinya.
Pada suatu ketika, Rahma bertemu dengan seseorang yang pernah dia temui di mimpi waktu dia dibangku SMP. Kebetulan dia adalah teman dari kakak iparnya. Karena kekepoannya terhadap seseorang itu, Rahma pun stalker di instagram dan facebooknya. Dan alhasil ditemukanlah instagram dan Facebook dari seseorang itu. Tak malu dan tak sungkan, Rahma pun chatting lewat instagram. Seminggu kemudian, Rahma dan seseorang itu memutuskan untuk bertemu.
Di hari minggu, Rahma lagi libur bekerja dan seseorang itu izin untuk libur di hari itu. Pertemuan itu membuat jantung Rahma berdetak cepat. Ketika saling menjabat tangan dari situ kita mulai akrab. Panggil saja Nana.
Nana asli Jawa namun dari pedesaan yang jauh dari Desa Keputih. Ia merantau dan tinggal bersama pamannya. Ia memiliki hobi yang sama dengan Rahma yaitu fotografi. Dari situ mereka menjadi lebih dekat dan berusaha mengenal satu sama lain.
Nana yang mungkin sedikit canggung namun Rahma berusaha mencairkan suasana itu menjadi berbagi pengalaman dan ilmu. Pertemuan itu tak hanya berhenti di situ saja. Namun masih terus berlanjut.
Interaksi mereka terbatas lewat media sosial, karena pekerjaan Nana yang sulit untuk ditinggalkan dan jatah libur bekerja hanya 2 kali dalam sebulan. Meskipun mereka tinggal di desa yang sama, pertemuan jarang terjadi di antara mereka.
Obrolan intens di media sosial menjadikan mereka dekat dan saling mengenal satu sama lain. Belum lagi ketika kakak ipar Rahma sebagai makcoblang antara Rahma dan Nana. Alhasil mereka pun semakin dekat. Hingga Nana mengajak Rahma bertemu lagi.
Mereka bertemu tidak pertama kali, namun ke lima kalinya mereka bertemu. Nana sangat berbeda saat itu menurut Rahma.
"Kamu mau kemana? Hari ini kemanapun kamu ingin pergi, aku bakalan turutin kemauanmu.", Ujar Nana sambil senyum-senyum mengendarai motornya. Rahma yang sedang diboncengnya begitu senang mendengar hal itu. Rahma pun mengajak ke tempat di mana Nana belum pernah ke sana. Tempat yang cukup jauh dari desa mereka tinggal. Nama tempatnya adalah Kolam Angsa.
Rahma dan Nana pun mengelilingi tempat itu sambil ngobrol santai. Duduk di atas rerumputan hijau, dipayungi pohon lebat yang sangat meneduhkan. Mereka duduk santai berdua. Nana mengupload story whatsapp dengan background Rahma yang sedang duduk santai. Setelah itu mereka berkeliling lagi sambil ber swafoto berdua, mengabadikan momen. Namun yang di foto hanyalah bayangan hahaha.
Setelah itu mereka memutuskan untuk pulang. Nana mengantar Rahma pulang ke rumahnya. Tiba-tiba tinggal beberap kilometer menuju rumah Rahma, hujan turun sangat lebat. Mereka berteduh. Nana tiba-tiba menghilang dari pandangan Rahma. Ternyata Nana habis membelikan minum untuk Rahma. Setelah itu Nana senyum-senyum dengan handphonenya. Rahma yang duduk termenung melihat hujan. Berharap hujan reda dan cepat segera pulang. Alhasil hujan pun reda. Mereka segera pulang karena takut hujan akan mengguyur mereka lagi.
Rahma menyuruh Nana menggunakan mantelnya karena takut akan hujan lagi nanti. Nana menuruti perkataan Rahma. Mantel birunya menutupi tubuhnya dan Rahma hanya tertutup oleh separuh dari mantel Nana. Hujan mengguyur, rintik tak berhenti. Nana mengatakan sesuatu kepada Rahma.
"Aku ingin ngomong sesuatu." Rahma berusaha mendengarkan dengan jelas.
"Kita sering keluar bareng. Aku jadi gak enak kalau ngajak kamu tapi gak ada hubungan yang jelas. Gimana kalau kita pacaran?" Rahma terkejut mendengarnya.
Rahma berusaha mendengarkan lagi alasan Nana mengapa bilang seperti itu. Dan pada akhirnya sampailah di depan rumah. Jawabannya belum Rahma katakan. Nana segera pamit pulang karena sudah sore.
"Aku tunggu jawabannya.", kata Nana.
__________masih ada kelanjutannya__________
Apakah jawaban Rahma? Akankah mereka bertemu lagi? Tunggu kelanjutan ceritanya ya😊
Komentar
Posting Komentar