Ujian yang Datangnya dari Diri Sendiri
Contohnya
Aku mengetahui sabar itu apa, bagaimana, dan risikonya apa jika tidak bersabar. Tetapi aku masih saja meluapkan amarahku. Banyak orang berkata sabar itu ada batasnya. Batas yang bagaimana? Sabar pada hakikatnya tidak terbatas, hanya saja aku yang memberikan batasan-batasan itu. Namun hakikatnya manusia adalah makhluk yang memiliki akal dan nafsu. Bagaimana caraku memgelolah amarahku ketika gelora amarah membara.
Setiap perjalanan panjang, kita menemukan hal-hal yang pernah kita temui di masa lalu dan hal-hal baru yang belum kita temui. Ketika kita menemukan masalah baru yang belum aku tahu celahnya. Pernah gak sih kita dengan sadar menjadi down, overthinking, badmood, bingung harus bagaimana? Ya, ini ujiannya dari dalam diri kita. Kita belum melihat solusi atau celah untuk bisa melewati hal-hal itu dengan bijaksana.
"Ya Allah, bimbinglah aku ke jalan yang engkau ridhoi. Bimbinglah aku di setiap perjalananku, agar mampu memahami dan menangkap ilmu atau hikmah yang engkau berikan kepadaku".
Fase-fase seperti itu wajar adanya. Karena memang itulah langkah-langkahnya.
Namun jika di masa yang akan datang, aku di timpa masalah yang sama di masa lalu tetapi aku tidak bisa menyelesaikannya. Ujian lagi untuk diriku. Tujuannya untuk mengingat ilmu atau hikmah di masa lalu agar tidak lupa dan berusaha lebih bijaksana lagi dari sebelumnya.
Komentar
Posting Komentar