Larik Singkat : Bagaimana Jika Cinta ini Pudar?

Kita bersama karena memang kita menginginkannya. Tanpa ada paksaan maupun keterpaksaan. Namun semakin hari sikapmu gulita. Tak secerah seperti mentari. Seperti saklar, jika hidup tekan ke atas, jika mati tekan ke bawah. Harus aku tekan dulu. 

Jika bunga yang tumbuh hanya dengan sinar matahari. Dia bisa layu, tanpa di sirami dan diganti pupuknya. Bagaimana jika layu? Akankah bisaa hidup kembali? Sama halnya perasaanku terhadapmu. Jika aku layu, bolehkan aku pergi di rumah yang sana? Dia nampaknya lebih bisa merawatku. Aku harus terus tumbuh bersama mereka yang mendukungku untuk terus tumbuh. 

Jika tak ada kata-kata yang diutarakan, tingkah lakumu menceritakannya kepadaku. Aku bisa perlahan memudar dan kembali kepelukanku yang terhangat. Menjauh pasti, dan menghilang untuk waktu yang sangat lama.

Relakah jika aku singgah ke rumah yang lain?
Memudarnya diriku karena aku tak sanggup untuk mewarnai bahtera itu sendiri. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kita Telah Melewati Batas

Tercapainya Cita-Cita

Keruwetan Manusia